RSS

PRIORITASKAN PERASAAN SENANG KETIKA BELAJAR, MAKA ANAK AKAN MENYERAP MATERI DENGAN BAIK.



ZAHRA (5,3th) LULUS ABACA ESTAFET. SERI 2 HANYA 1 JAM LULUS, DAN SERI 3 CUMA SEMALAM LULUS. BELAJAR SAMPAI JAM 11 MALAM PUN KUAT, BIKIN EMAKNYA "NGOS2AN" KRN SUSAH DISTOP ^__^

PRIORITASKAN PERASAAN SENANG KETIKA BELAJAR, MAKA ANAK AKAN MENYERAP MATERI DENGAN BAIK

Senang yang kayak apa ya Bunda yang bisa bikin materi bisa masuk dengan baik? Karena ga semua yang menyenangkan bisa dengan mudah diterima anak. Contoh nih, pernah Bunda main game edukasi yang jenis permainannya spt ini, jika jawaban benar maka akan berbunyi "pintar" trus kalo salah akan bunyi "kamu salah, ayo coba lagi".

Permainan spt itu menyenangkan tapi fungsi edukasinya kurang. Mengapa? Karena anak akan mencoba memencet tombol2 lainnya tanpa usaha yang benar2 utk memikirkan apakah jawabannya akan benar dan salah. Karena jika jawaban salah, tinggal pencet semua tombol, nanti pasti ada yg benar. Dari sini akan menurunkan keinginan anak utk berfikir shg dikatakan kalau fungsi edukasinya kurang.

Lalu apa bedanya dg abaca? Abaca main tebak2annya itu beneran Bunda. Menuntut anak utk mengingat benar2 materi yang diterimanya dan kalopun anak lupa, bunda kasih tahu jawabannya tapi itu akan membuat anak tidak dapat menjalankan kuda2 atau pion di atas papan game. Nah, sehingga anak akan berusaha mengingat agar kuda2nya bisa jalan. Kan kalo kuda2 jalan, anak bisa berpetualang dan memeroleh puluhan reward asyik.


Inilah yang dialami Zahra yang bisa secara estafet lulus semua seri abaca. Ketika belajar seri 1 memakan waktu paling lama yaitu 1 bulan, lalu dilanjutkan seri 2 tapi secara ajaib bisa lulus dalam waktu SATU JAM saja. Mengapa? Ya, karena pola materi di abaca seri 2 itu sama persis dengan abaca seri 1, sehingga pola yang sistematis tsb dengan mudah dirumuskan oleh Zahra.

Zahra bahkan bikin Bundanya ngos2an karena setelah lulus seri 2 itu dia mau langsung main yang seri 3. Padahal itu udah malam, dan Bundanya pengen istirahat. Tapi si anak tetap ngeyel mau main abaca. Dan amazing, akhirnya Zahra main sampe jam 11 malam. Setelah itu esok pagi dites dengan buku seri 3, ternyata Zahra bisa membaca semuanya. Keren ya?

Inilah daya tarik abaca, tidak cuma gamenya yang ada berbagai macam jenisnya dan seru banget tapi juga materinya diklasifikasikan sedemikian rupa disebabkan pembelajaran huruf itu rumit dan perlu kematangan otak. Jika materinya diacak dan tidak sistematis maka tingkat keberhasilan akan makin rendah. Nah, itulah yang menjadi jawaban mengapa Zahra menyelesaikan seri 2 HANYA DALAM WAKTU SATU JAM.

Tapi ada syaratnya ya Bun agar permainan abaca ini memberikan hasil maksimal. Yaitu perhatikan kesiapan anak saat belajar. Apakah dia sudah mulai tertarik mempelajari huruf? Atau masih tertarik lihat gambar saja? Jika masih tertarik lihat gambar saja maka anak belum waktunya belajar membaca. Jangan lupa utk menguasai materi warna2 dasar dan kompleks, juga bentuk bidang ya sebelum belajar membaca, karena anak yang belum bisa menguasai warna dan bentuk bidang akan mengalami banyak hambatan dalam belajar membaca.

Anak Bunda sudah siap belajar membaca dan gagal belajar menggunakan buku? Saatnya mencoba abaca flashcard. Harga terjangkau dengan prosentase keberhasilan tinggi. Testimoninya sudah hampir 1000 testimoni lho yang terdata ^__^



ABACA TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU



jika berminat silahkan hub saya di
wa: 081268705180
bb : 585ef5dd

lineat: @hzj0365p

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar